Minggu, 5 Juni 2022.
Bulan Mei selain dikenal sebagai bulan yang dibaktikan untuk menghormati Bunda Maria melalui aneka devosi seperti novena, rosario dan ziarah, juga ditetapkan oleh Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sebagai Bulan Liturgi Nasional (BULINAS). Cukup menarik bahwa KWI pada tahun ini mengangkat suatu tema besar dengan judul “MENGENAL EKSORSISME DALAM GEREJA KATOLIK”.
Eksorsisme atau pengusiran setan menjadi hal yang cukup populer untuk dibahas di pelbagai lini usia, khususnya kaum muda. Mengingat banyaknya film modern bergenre horor, seperti “The Exorcist”, “The Rite” “The Conjuring”, “The Guest” dan masih banyak “The.. The..” lain yang mengambil latar belakang dan nuansa Gereja Katolik dalam pembuatan filmnya.
Karena itu, wajar bila tema yang diusung KWI kali ini menggugah rasa ingin tahu banyak umat secara lebih mendalam tentang sudut pandang Gereja kita mengenai hal kontroversial ini.
Maka untuk menanggapi kebutuhan iman umat akan pemahaman yang benar terkait tema ini, bertepatan pada hari Minggu Pentakosta, 05 Juni 2022, Bidang Liturgi Paroki bekerjasama dengan Tim Doa Untuk Orang Sakit Vox Angelica Mariae (VAM) mengadakan seminar dengan mengangkat tema yang sama. Seminar ini dibawakan oleh RP. Dr. Petrus Maria Handoko, CM selaku Pastor Kepala Paroki St. Vincentius a Paulo yang sekaligus Dosen Teologi Dogmatik di STFT Widya Sasana Malang.
Sekitar 132 umat, baik awam maupun biarawan /wati dari dalam maupun luar paroki hadir sebagai peserta seminar. Sampai berita ini dirilis, terpantau sebanyak 760 viewers mengakses secara live maupun menonton rekaman seminar ini di kanal Youtube.
Seminar berdurasi 3 jam ini dikemas secara apik oleh narasumber dengan pengantar mengenai pandangan kaum milenial tentang eksistensi setan. Banyak kontroversi “jaman now” yang menganggap bahwa setan dan hal-hal yang berbau satanis adalah sesuatu yang “friendly and fun”, berdaya pikat serta mengakomodir gaya hidup kekinian yang lelah dari kekangan agama. Sementara pihak lain bersikap apatis tentang keberadaan setan, bahkan malaikat sekalipun dianggap sebagai hal yang kolot, kekanak-kanakan, bersifat fiksi, tidak nyata.
Paparan selanjutnya menegaskan mengenai asal mula setan berdasar kitab suci, pandangan Bapa Paus dan para Bapa Konsili. Dilanjutkan dengan ajaran Gereja tentang “Peperangan Rohani”, seluk-beluk eksorsime terkait dengan pengertian, pelayanan eksorsisme dan pembedaan gangguan setan dan kejiwaan melalui pembedaan roh (discernment).
Sebagai penutup, setidaknya 2 poin penting yang perlu dipahamkan kepada umat ialah :
1. Menyadari bahwa setan dan pengaruhnya dalam hidup manusia adalah benar-benar ada dan nyata, namun sungguh harus disikapi secara tepat. Yaitu dengan tidak terlalu meninggikan hakikat setan sehingga kita menjadi takut, atau meremehkan keberadaannya sehingga kita menjadi lengah dan jatuh dalam perangkapnya. 2. Menyadari bahwa Tuhan Mahahadir, menyertai dan melindungi gerejaNya dalam peperangan rohani untuk melawan setan, salah satunya melalui pelayanan gerejawi eksorsisme.
Seminar diakhiri dengan doa penutup setelah disampaikan apresiasi kepada para peserta yang berpartisipasi dalam sesi tanya jawab juga kepada para pihak yang mendukung terselenggaranya seminar. (Sigit)
Berikut sisipan link kanal youtube bagi para pembaca yang ingin mengakses rekaman seminar tersebut:
