Oleh Rm. Yohanes Gani Sukarsono, CM
Matius 11:16-19
Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”
Renungan:
Yesus mengkritik masyarakat pada jamannya yang hanya mencela. Sikap masyarakat seperti itu masih ada pada jaman ini. Mereka hanya mencela tanpa berbuat sesuatu. Diajak berdoa katanya membosankan. Diajak pelayanan katanya tidak punya waktu. Salah satu wujud pertobatan adalah keberanian kita melakukan apa yang tidak kita inginkan sebagai bentuk mati raga bukan hanya sibuk berteori apalagi mencela. Misalnya kita bosan doa rosario dan bila doa rosario pasti ketiduran maka pada masa bertobat kita melakukan doa rosario secara sungguh sungguh.
