Surat kepada S. Louisa de Marillac
(Sebelum tahun 1632)
Pengantar
Rupanya S. Louisa mendesak Vinsensius agar rencana untuk mendirikan Serikat Puteri Kasih lekas diwujudkan, dengan mengumpulkan dan membina gadis-gadis yang sudah mulai berkarya dalam Perkumpulan Kasih. Louisa siap melaksanakan tugas ini.
Vinsensius, dengan surat berikut ini, minta kepada Louisa supaya menunggu dengan sabar tanda-tanda kehendak Allah yang lebih jelas.
Ibu,
Saya berterimakasih atas uang yang telah Anda kirimkan kepada saya. Sebaiknya besok pagi Anda berkorban lebih sedikit dan tidak usah ikut misa di sini, karena saya akan mempersembahkan misa jam empat dan Anda tidak dapat bangun sepagi itu, karena ada bahaya nanti Anda sakit lagi.
Mengenai masalah lain, saya memberi jawaban ini, yang berlaku untuk sekarang dan untuk selanjutnya, yakni: jangan dipikirkan sama sekali, sampai ada tanda yang jelas bahwa Tuhan menghendakinya. Sampai sekarang tanda-tanda malah sebaliknya.
Kadang-kadang kita mengharapkan banyak hal yang baik dengan keinginan yang rupanya berasal dari Tuhan, tetapi ternyata tidak selalu demikian. Namun Tuhan mengijinkan hal ini agar jiwa kita mempersiapkan diri menjadi seperti yang diharapkan. Saul mencari keledai betina, tetapi ternyata menemukan kerajaan. S. Louis berangkat untuk merebut tanah suci, tetapi ternyata dia merebut dirinya sendiri dan mahkota surgawi. Anda berusaha menjadi hamba gadis-gadis itu, tetapi Tuhan menghendaki Anda menjadi hamba-Nya sendiri dan mungkin juga hamba orang-orang yang jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jumlah orang yang akan Anda layani jika mengikuti jalan Anda sendiri. Dan andaikata Anda menjadi hamba-Nya saja, apakah tidak cukup, di hadapan Tuhan kalau hati kita menghormati ketenangan hati Yesus Kristus? Dan dengan demikian hati Anda akan terus berada dalam keadaan pengabdian. Kerajaan Allah adalah damai dalam Roh Kudus; Dia akan meraja dalam diri Anda, bila hati Anda tetap damai. Maka, Ibu, jadilah demikian, dan Anda akan menghormati Allah damai dan kasih sempurna.
Saya mohon doa Anda untuk saya, sementara saya mengucapkan selamat sore dengan mesra.
Dalam kasih Yesus Kristus, hamba … .
(SV I, 113-114)
