Surat St. Vincentius kepada Seorang Imam CM di Barberia (Afrika Utara)
Pengantar
Sejak tahun 1645 para Romo CM diutus ke Afrika untuk berkarya di tengah-tengah umat Kristiani yang menjadi budak. Mereka dilarang menginjili umat Islam. Bila peraturan ini tidak ditaati, pembinaan bagi umat Kristiani pun akan berantakan, karena semua petugas Gereja akan ditindak dan diusir dengan kejam. Maka Vincentius berusaha meyakinkan para romo CM bahwa karya-karya mereka di tengah orang Kristiani sangat luhur, meskipun hanya karya amal yang sederhana.
Antara tahun 1645 dan 1660
Saya telah memeriksa laporan Romo tentang pengeluaran kecil.
Tuhanku! Surat Romo benar-benar menghibur saya. Sungguh saya amat terkesan olehnya. Sudah lama saya tidak mendapat kesan serupa. Saya terkesan oleh cara hidup Romo yang baik dan terutama oleh karya amal yang Romo lakukan untuk begitu banyak budak, dari segala bangsa dan umur, yang mengalami bermacam-macam derita. Tugas Romo tidak memberi kesempatan untuk melakukan karya yang lain. Namun karya yang satu itu sudah cukup untuk memberi arti yang sangat besar dan menarik berkat berlimpah bagi hidup Romo. Semoga Tuhan yang mahabaik memberi kesempatan kepada Romo untuk melanjutkannya.
(SV V, 490)
