Jumat, 15 April 2022
Dalam rangka turut mewujudkan rasa syukur atas 50 tahun paroki, Dewan Pastoral Paroki St. Vincentius a Paulo Malang yang diutus umat sebagai Panitia 50 tahun paroki mengundang 4 ORKA di wilayah paroki yaitu Legio Maria Pertolongan Orang Kristen, Serikat Sosial Vincentius (SSV), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dan Perhimpunan Kematian Pangruktilaya untuk merefleksikan Salib dari 4 ORKA dalam perjuangan tetap memelihara eksistensinya melayani umat di paroki dan masyarakat sekitar.
Melalui Ibadat Jalan Salib – Refleksi Salib yang Teruji, 4 ORKA tersebut didukung para lektor baru yang mengalami pembinaan dalam Bina Lektor Paroki 2021 didampingi oleh Lektor aktif, setia berproses mulai saat latihan hingga pelaksanaan pada Jumat 15 April 2022 pukul 7 pagi secara offline dan online di gereja. Puji Tuhan dihadiri cukup banyak umat paroki yang turut mengikuti Ibadat Jalan salib dengan menghadirkan refleksi tiap ORKA pada 4 perhentian; Yesus jatuh untuk pertama kali, Yesus jatuh untuk kedua kali, Yesus bertemu dengan perempuan yang menangisiNYA dan Yesus jatuh untuk ketiga kali. Dalam perhentian tersebut, juga ditayangkan film pendek tentang perjuangan masing-masing ORKA dalam memikul salib.
Diawali beberapa kali perjumpaan, dilanjutkan dengan pembuatan 4 film pendek yang menggambarkan perjuangan dari setiap ORKA dalam turut mengembangkan paroki. Dengan usia rata-rata yang sudah tidak muda lagi, semangat dan jiwa para pengurus dan anggota ORKA rela menyediakan waktu dan tenaga mengikuti latihan yang dilaksanakan 4 kali. Latihan 1 dan 2, pendalaman materi Ibadat Jalan Salib di Taman Doa dan Kolombarium Paranti Jati (Sabtu sore, 2 April 2022) dilanjutkan Jalan Salib dan koordinasi di area jalan salib RR Pondok Betlehem – Jedong (Minggu, 03 April 2022). Kedua latihan tersebut dilanjutkan latihan di gereja sebelum pelaksanaan. Puji Tuhan, latihan 1 dan 2 cukup baik dalam melatih para petugas untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik walaupun durasi waktu 2 jam membutuhkan kesabaran dan kekuatan bertahan. Ini mencerminkan kesetiaan ORKA untuk bertahan telah teruji, maka tema yang dihadirkan adalah Salib Yang Teruji meneladani Yesus yang rela memikul salib, menderita sengsara hingga wafat. Salib Yesus tentu lebih Teruji.
Pengalaman kebersamaan dalam latihan jalan salib maupun proses pembuatan film pendek yang disutradarai oleh Bapak Silvester Harsono, sungguh membuat kami terasa dekat dan dapat memaknai bahwa sebagai pengikut Kristus kita pun harus memikul salib. Namun demikian, untuk menguji apakah kita dapat bertahan dan terus memikul salib kita yang ringan perlu terus kita perjuangkan dan refleksikan. Seperti paroki kita yang telah memikul salib selama 50 tahun, kita pun percaya salibNYA telah teruji. Maka patut kita nyatakan “Sungguh Agung KaryaMU menjadikan kami Pelita”.
-Novida-
