
Surat kepada Rene’ Almeras, Pimpinan Rumah CM di Roma
Pengantar
Rm. Rene’ Almeras menggantikan Dehorgny sebagai pimpinan rumah CM di Romo pada tahun 1647. Rupanya Rm. Almeras merasa dirinya tidak mampu mengimbangi pimpinan terdahulu. Secara khusus dia kecewa karena usahanya untuk mencari sebuah rumah permanen untuk CM di Roma belum berhasil. Berikut tanggapan Vinsensius.
25 Maret 1650
Menurut Romo, rumah kita di Roma menjadi yatim piatu setelah ditinggalkan Rm. Dehorgny. Kalau memang demikian, Tuhan Yesus sendirilah yang akan menjadi Bapak, penasihat, dan pelindungnya. Jangan sedikit pun ragu-ragu tentang hal ini, melainkan lipatgandakanlah kepercayaan terhadap kebaikan-Nya dan biarkanlah Dia berkarya. Romo berkata bahwa perlulah mencari seorang yang lembut dan cakap untuk menggantikan Romo sebagai pemimpin, Orang itu ialah Yesus sendiri.
Romo tahu dengan baik bahwa keberhasilan dalam pekerjaan kita tergantung pada Dia. Andaikata tergantung pada kita, maka saya yakin bahwa urusan yang telah Romo tangani itu sudah berhasil dengan baik, karena Romo telah bertindak dengan hati-hati, dengan teliti dan dengan rajin seperti layaknya seorang yang saleh. Tetapi karya Tuhan berhasil bukan pada saat yang kita harapkan, melainkan pada saat yang Dia kehendaki.
Apakah para Romo Yesuit melalaikan sesuatu pada waktu mereka datang ke Paris untuk minta ijin menetap secepatnya di sini? Sama sekali tidak. Namun demikian, mereka terpaksa menunggu empat tahun sebelum memperoleh hasil dari ketekunan dan kepandaian mereka. Para Romo dari Oratorium sudah lama berada di Roma; apakah sampai sekarang mereka sudah berhasil membuka sebuah rumah milik mereka sendiri, biarpun kecil? Ternyata belum, karena mereka memang tinggal di Saint-Louis, tetapi di bawah kekuasaan Perkumpulan Saint-Louis itu. Tuhan sering menangguhkan suatu niat yang suci bagi mereka yang berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya. Ini dilakukannya agar mereka akhirnya memperoleh hasil yang baik melalui pekerjaan yang tekun, melalui kesabaran dan doa. Karena itu, saya sarankan kepada Romo agar senantiasa berdoa. Meskipun Tuhan mengulur waktu, namun Dia akan menunjukkan bahwa Ia merestui keinginan kita, asalkan keinginan itu disertai sikap pasrah kepada kehendak-Nya.
(SV III, 626-627)
