Skip to content
Paroki St. Vincentius a Paulo - Malang
facebook
youtube
instagram
Paroki St. Vincentius a Paulo
Call Support (0341) 561336 / HP: 0895382201818
Email Support par.svapmalang@gmail.com
Location Jl. Ananas 41 - Malang
  • Halaman Utama
  • Data Umat
  • Bidang
    • Bidang Liturgi
      • PEMAZMUR
      • MISDINAR
      • Penjadwalan
    • Bidang Pewartaan
    • Bidang Kesaksian
    • Bidang Pelayanan
    • Bidang Paguyuban
  • Lingkungan
    • Lingkungan Santo Andreas
    • Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius
    • Lingkungan Santa Louisa de Marillac
    • Lingkungan Santa Agnes
    • Lingkungan Santo Agustinus
    • Lingkungan Santo Bernardus
    • Lingkungan Santo Carolus Boromeus
    • Lingkungan Santa Caecilia
    • Lingkungan Santa Katarina Laboure
    • Lingkungan Santo Kristoforus
    • Lingkungan Santo Yohanes Pemandi
    • Lingkungan Santo Petrus
    • Lingkungan Santa Maria Immaculata
    • Lingkungan Santa Monica
    • Lingkungan Beato Carlo Acutis
  • Struktur DPP dan BPGDA
    • DPP PERIODE 2023-2025
    • BPGDA PERIODE 2023-2025
    • DPP periode 2019 – 2022
    • BPGDA periode 2019 – 2022
  • Orang Kudus
  • Pesta Emas
  • Berita Paroki
  • Pengumuman Gereja
  • Katekese Iman Katolik
  • SURAT-SURAT ST. VINSENSIUS

KAPAN YESUS DILAHIRKAN?

Home > Konsultasi Iman > KAPAN YESUS DILAHIRKAN?

KAPAN YESUS DILAHIRKAN?

Posted on December 28, 2022December 28, 2022 by admin
0
Foto: Gua Natal Paroki St. Vincentius a Paulo Malang

Dari beberapa sumber yang saya baca dikatakan bahwa Yesus tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Bahkan dikatakan bahwa pada tanggal itu dirayakan ritus penyembahan Dewa Matahari dalam tradisi Mesir. Apakah Gereja ikut menyembah Dewa Matahari?

NN

Pertama, ada dua sarjana dari abad XVII dan XVIII yang berpendapat bahwa perayaan tanggal 25 Desember memang adalah penggeseran pesta religius non Kristiani “kelahiran dewa Matahari”. Yang pertama ialah Paul Ernst Jablonski, seorang Protestan dari Jerman. Ia menuduh bahwa perayaan Natal Kristiani adalah salah satu contoh pengkafiran agama Kristiani. Yang kedua ialah Jean Hardouin, seorang rahib Benediktin. Dia membela Gereja Katolik dengan mengatakan bahwa pengambilalihan itu adalah usaha pengkristenan praktek religius non Kristiani. Ini adalah peluang untuk masuk dalam budaya dengan tetap menjaga kemurnian Injil. Yesus Kristus adalah Sang Matahari sejati.

Kedua, pandangan di atas dibantah oleh William J. Tighe, Lektor Kepala Jurusan Sejarah dari Muhlenberg College (bdk. “Calculating Christmas,” pada Touchstone, December 2003, pada www.touchstonemag.com). Tighe berpendapat bahwa justru perayaan Kristiani sudah terlebih dahulu memilih tanggal 25 Desember dan baru kemudian tanggal itu digunakan sebagai perayaan religius non Kristiani. Pendapat ini didukung oleh bukti-bukti dari abad II dan III yang menunjukkan bahwa orang-orang Kristiani baik di Timur maupun di Barat sudah berusaha menentukan tanggal kelahiran Yesus lama sebelum mereka merayakannya secara liturgis. Perlu diketahui adanya kepercayaan Yudaisme yang ada pada zaman Kristus, yaitu bahwa para nabi Israel mengalami kematian pada tanggal yang sama dengan kelahiran. Inilah kunci untuk mengerti penetapan tanggal kelahiran Yesus. Penetapan tanggal kelahiran Yesus itu didasarkan pada tanggal wafat-Nya.

Ketiga, dipercayai bahwa Yesus wafat sehari sebelum malam Paskah Yahudi, yaitu tanggal 14 Nisan, menurut penanggalan lunar Yahudi. Jika dilihat pada penanggalan solar, padanan dari tanggal ini ialah 25 Maret tahun 29. Maka tanggal 25 Maret dilihat sebagai tanggal kelahiran Yesus. Dalam perjalanan waktu, dipikirkan bahwa kematian adalah masuknya seseorang pada hidup kekal, sedangkan kelahiran adalah masuknya seseorang pada hidup di dunia ini. Akibatnya, tanggal 25 Maret dilihat lebih sebagai saat masuknya Sang Sabda ke dalam dunia ini, yaitu saat penjelmaan-Nya atau pengandungan ke dalam rahim Bunda Maria. Jadi tanggal 25 Maret dilihat lebih sebagai tanggal pengandungan Yesus, sehingga tanggal kelahirannya ialah 25 Desember (sembilan bulan sesudah pengandungan).

Keempat, penetapan tanggal kelahiran itu sudah terjadi terlebih dahulu jauh sebelum Kaisar Aurelius menetapkan tanggal 25 Desember 274 sebagai pesta Dewa Matahari. Pada abad II sudah tidak dirayakan lagi pesta Dewa Matahari yang biasanya dirayakan tanggal 9 dan 28 Agustus. Tindakan Kaisar Aurelius sebenarnya lebih merupakan tindakan politis untuk merangkul dan menyatukan berbagai aliran kepercayaan yang ada waktu itu di bawah pesta tahunan kelahiran Dewa Matahari. Perlu diketahui bahwa tanggal 21 Desember merupakan “titik balik matahari” artinya pada tanggal itu panjang siang hari sama dengan panjang malam hari, dan sejak tanggal itu siang hari akan lebih panjang daripada malam hari. Penetapan tanggal 25 Desember ini merupakan ungkapan simbolis dari harapan Kaisar bahwa kejayaan (disimbolkan oleh siang hari) kekaisaran akan kembali semakin bersinar dan kemerosotan (disimbolkan oleh
malam hari) yang terjadi akan semakin dilenyapkan.

Jadi, tuduhan bahwa perayaan Natal berasal dari perayaan religius non Kristiasni adalah hoax tanpa dasar. Bukti-bukti di lapangan justru menunjukkan bahwa agama Kristiani sudah terlebih dahulu mengambil tanggal 25 Desember sebelum penetapan oleh kaisar. Dasar penetapan tanggal kelahiran Yesus juga bukan perayaan Dewa Matahari, tetapi tanggal kematian-Nya.

Dr Petrus Maria Handoko CM

HIDUP NO.50 2018, 16 Desember 2018



Intensi Misa silakan klik: 08113301625 Stipendium: BCA 385 5788858, a/n Petrus MH Kolekte BCA 385 088 2010

JADWAL MISA

Misa Harian: Pkl. 05.30 WIB

Misa Hari Minggu

Sabtu: Pkl. 17.00 WIB || Minggu: pkl. 06.00; 08.00; 17.00 WIB

“Marilah kita mengasihi Allah dengan menyingsingkan lengan baju dan dengan bercucuran keringat” (SV XI, 40)


Recent Posts

  • PENGUMUMAN HARI MINGGU PESTA PEMBAPTISAN TUHAN (Minggu, 11 Januari 2026)
  • PENGUMUMAN HARI MINGGU BIASA KE-2 (Minggu, 18 Januari 2026)
  • PENGUMUMAN HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN – HARI ANAK MISIONER (Minggu, Januari 2026)
  • PENGUMUMAN HARI MINGGU PESTA KELUARGA KUDUS YESUS, MARIA, YUSUF (Minggu, 28 Desember 2025)
  • JADWAL LEKTOR MISA HARIAN BULAN JANUARI 2026

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • November 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • February 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • October 2021
  • September 2021

Categories

  • Berita Lingkungan
  • Berita Paroki
  • Bidang Liturgi
  • Bidang Paguyuban
  • Bidang Pelayanan
  • Bulan Maria
  • Bulan Rosario
  • HUT Paroki 2021
  • Jadwal Lektor Misa Harian
  • Jadwal Petugas Liturgi Bulanan
  • KEKM 2021
  • Konsultasi Iman
  • Mazmur
  • Misdinar
  • Orang Kudus
  • Organis
  • Pengumuman
  • Pesta Emas
  • Renungan Harian
  • Sakramen Krisma 2021
  • Sejarah Paroki
  • Surat Santo Vincentius

DOWNLOAD:

  • FORMULIR BAPTIS DEWASA
  • FORMULIR KRISMA
  • FORMULIR KRISMA LUAR PAROKI
  • FORMULIR BAPTIS DEWASA DARI KATEKUMEN
  • FORMULIR BAPTIS BALITA
  • FORMULIR BAPTIS BALITA (LUAR PAROKI)
  • FORMULIS BAPTIS ANAK DARI KATEKUMEN
  • FORMULIR PENDAFTARAN PERKAWINAN
  • FORMULIR PENDAFTARAN KETEKUMEN DEWASA
  • FORMULIR PENDAFTARAN KETEKUMEN ANAK
  • FORMULIR PENDAFTARAN KOMUNI PERTAMA
  • FORMULIR PINDAH PAROKI
  • FORMULIS PINDAH LINGKUNGAN
  • FORMULIR CALON MISDINAR
  • FORMULIR KEMATIAN

“Marilah kita mengasihi Allah dengan menyingsingkan lengan baju dan dengan bercucuran keringat” (SV XI, 40) | WordPress Theme: Enlighten