Surat kepada Donat Cruoly, Pimpinan Rumah CM di Le Mans

Pengantar
Rm, D. Cruoly minta ijin untuk membeli seekor kuda tunggang, karena Pimpinan Rumah itu sering bepergian, guna menyelesaikan urusan rumah serta kegiatan pastoral. Berikut jawaban Vinsensius yang cukup tegas. Perlu dicatat bahwa Vinsensius sendiri pada tahun 1655 setiap kali keluar dari Saint-Lazare menggunakan kereta yang ditarik dua ekor kuda. Para ibu dari Perkumpulan Kasih menyadari bahwa Vinsensius semakin tua dan semakin sibuk. Maka sudah beberapa tahun sebelumnya mereka menyediakan sebuah kereta bagi Vinsensius. Tetapi ternyata Vinsensius tak pernah menggunakan dan kereta itu hanya menghiasi salah satu gudang Saint-Lazare. Akhirnya pada tahun 1649 Nyonya Aiquillon mendekati Ratu dan Uskup Paris. Kedua-duanya secara resmi memberi perintah kepada Vinsensius untuk menggunakan kereta. Vinsensius terpaksa menyerah. Untuk selanjutnya kereta itu disebut oleh Vinsensius sebagai “ma honte” (=yang membuat saya malu).
27 Oktober 1655
Dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, saya mohon jangan sedikit pun Romo memikirkan untuk membeli seekor kuda. Di beberapa rumah kita memang memiliki seekor kuda dan karena itu sudah timbul beberapa akibat kurang baik. Sayang sekali, dalam hal ini saya telah memberi teladan yang jelek. Tetapi Tuhan mengetahui betapa saya malu dan cemas karena tidak mampu melepaskan diri dari kebutuhan ini.
Saya tahu bahwa, di antara semua rumah, justru rumah Romo yang paling membutuhkan seekor kuda tunggang, karena mempunyai banyak tanah “bengkok” dan menangani banyak urusan. Tetapi kalau Romo membeli seekor kuda, nanti rumah lain pun akan mencari dalih untuk melakukan hal yang sama. Maka hendaklah Romo membatalkan rencana ini. Pernah terjadi bahwa beberapa Pimpinan Rumah yang mempunyai kuda di kandang, mencari alasan untuk bertamasya, untuk melakukan kunjungan-kunjungan serta membuang waktu di luar rumah untuk urusan-urusan yang kurang berguna atau tidak berguna sama sekali. Karena itu mereka mengabaikan kepentingan interen keluarga, sementara konfrater lain bersungut-sungut sebab pimpinan terlalu sering bepergian; dan karenanya tidak sedikit dampak negatif yang muncul.
Setelah uraian ini, saya mohon Romo dengan senang hati mau berkorban dengan melepaskan keinginan akan kemudahan ini. Kalau perlu, Romo tetap dapat mengusahakan kuda sewaan.
(SV V, 455-456)
