Surat kepada Etienne Blatiron, Pimpinan Rumah CM di Genova

Pengantar
Rm. Martin baru membuka rumah baru di Torino, tidak jauh dari Genova. Karena itu Rm. Martin telah meminta dukungan dan tenaga kepada Rm. Blatiron, Pimpinan Rumah CM di Genova. Inilah tanggapan Vinsensius.
Paris, 17 Desember 1655
Romo, Semoga rahmat Tuhan kita senantiasa beserta Romo!
Sebetulnya tidak ada sesuatu yang baru, yang perlu saya sampaikan kepada Romo, karena saya belum menerima surat dari Romo setelah surat saya yang terakhir.
Rm. Guillet akhir-akhir ini sakit keras; tetapi, berkat rahmat Tuhan, sekarang sudah membaik. Saya sendiri terus berbaring di tempat tidur atau duduk di kursi, malah di dua kursi, karena satu kursi terpaksa saya pakai untuk menyandarkan kaki saya yang sakit hampir setinggi kepala sepanjang hari. Kecuali ini saya merasa sehat.
Pak Rome belum mengirimkan paket terbuka yang kami serahkan kepadanya bagi Romo. Dia menunggu kesempatan untuk mengirimkannya bersama barang lain milik temannya, agar ongkos kirim tidak terlalu berat bagi Romo. Rm. Alméras memberitahukan bahwa di antara buku-buku itu ada juga Peraturan Puteri Kasih. Di samping itu saya memberi kabar bahwa koster kami dengan mengatur agar 200 Misa yang telah ditambahkan pada 1000 yang terdahulu dipersembahkan setiap hari di gereja kami, sesuai dengan keinginan Romo.
Rm. Martin telah meminta kepada Romo surat rekomendasi dari Bapak Kardinal untuk Uskup Agung Torino. Menurut hemat saya hal itu tidak baik. Pandangan saya sudah saya ungkapkan, yaitu untuk masuk ke dalam karya yang baru itu, satu-satunya pintu adalah kerendahan hati, dan bukan kemasyhuran yang dicari- cari. Hal yang terakhir ini seringkali merugikan, terutama kalau hasil karya nanti tidak sesuai dengan harapan yang sudah terlanjur timbul karena kemasyhuran itu. Dan tetap dalam hubungan dengan ini, saya sudah meminta kepada Rm. Martin untuk mau melakukan
sejumlah misi umat yang sederhana, hanya dengan bantuan Rm. Ennery, agar dengan demikian terhalang untuk melakukan misi yang agak besar.
Memang untuk itu dia meminta Rm. Richard. Tetapi saya tahu bahwa Romo tidak mungkin melepaskan dia (= Rm. Richard)
seperti juga romo-romo yang lain. Karya yang baru itu akan mengalami kemajuan sama seperti karya-karya yang lain, asal dimulai dengan dasar ini, yaitu cinta akan kehinaan bagi dirinya. Semoga Tuhan memberkati pula Romo sebagai pribadi dalam tugas sebagai pemimpin.
Salam untuk seluruh keluarga kecil. Dalam kasih Yesus.
Hamba yang hina, Vinsensius Depaul, Imam Misi yang tak pantas. (SV V, 468-487)
