Skip to content
Paroki St. Vincentius a Paulo - Malang
facebook
youtube
instagram
Paroki St. Vincentius a Paulo
Call Support (0341) 561336 / HP: 0895382201818
Email Support par.svapmalang@gmail.com
Location Jl. Ananas 41 - Malang
  • Halaman Utama
  • Data Umat
  • Bidang
    • Bidang Liturgi
      • PEMAZMUR
      • MISDINAR
      • Penjadwalan
    • Bidang Pewartaan
    • Bidang Kesaksian
    • Bidang Pelayanan
    • Bidang Paguyuban
  • Lingkungan
    • Lingkungan Santo Andreas
    • Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius
    • Lingkungan Santa Louisa de Marillac
    • Lingkungan Santa Agnes
    • Lingkungan Santo Agustinus
    • Lingkungan Santo Bernardus
    • Lingkungan Santo Carolus Boromeus
    • Lingkungan Santa Caecilia
    • Lingkungan Santa Katarina Laboure
    • Lingkungan Santo Kristoforus
    • Lingkungan Santo Yohanes Pemandi
    • Lingkungan Santo Petrus
    • Lingkungan Santa Maria Immaculata
    • Lingkungan Santa Monica
    • Lingkungan Beato Carlo Acutis
  • Struktur DPP dan BPGDA
    • DPP PERIODE 2023-2025
    • BPGDA PERIODE 2023-2025
    • DPP periode 2019 – 2022
    • BPGDA periode 2019 – 2022
  • Orang Kudus
  • Pesta Emas
  • Berita Paroki
  • Pengumuman Gereja
  • Katekese Iman Katolik
  • SURAT-SURAT ST. VINSENSIUS

KAPAN AWAL PRAPASKAH

Home > Konsultasi Iman > KAPAN AWAL PRAPASKAH

KAPAN AWAL PRAPASKAH

Posted on March 2, 2022March 2, 2022 by admin
0

Rm. Petrus Maria Handoko, CM

Jika memperhatikan Seri Dokumen Gerejani no. 71, art 21 dan 23, kapan awal masa Prapaskah, Rabu Abu atau Minggu Prapaskah pertama?

Pertama, menurut tradisi yang paling kuno, Ritus Romana (Latin) mengawali masa Prapaskah pada hari Rabu Abu. Butir ini muncul dalam Perayaan Paskah dan Persiapannya (SDG no 71) art 21 yang menegaskan: “Pada Rabu Abu kaum beriman dengan menerima abu, memasuki masa yang diperuntukkan bagi pemurniaan jiwa. … Dengan tanda ini mulailah jalan tobat….” Dalam tradisi ritus Latin, 40 hari masa Prapaskah memperhitungkan hari-hari biasa dalam pekan, tetapi tidak memperhitungkan hari Minggu karena dipandang sebagai hari Tuhan.

Konsekuensinya, Masa Prapaskah ini berlangsung sejak Rabu Abu sampai hari Sabtu Suci (40 hari). Maka perayaan vigilia Paskah pada Sabtu malam Paskah menandai peralihan memasuki masa Paskah Kebangkitan Tuhan. Dengan demikian, maka hari Jumat Suci masih termasuk masa Prapaskah dan merupakan hari puasa dan pantang. Masa Prapaskah berakhir dengan perayaan Kebangkitan Tuhan.

Kedua, baik kalau kita mengetahui juga tentang ritus Ambrosiana atau juga dikenal sebagai ritus Milanese. Ritus ini sudah ada sejak zaman St Ambrosius dan tetap dipertahankan sampai sekarang, serta berjalan seiring dengan ritus Romana (Latin). Yang menarik, ritus Ambrosiana tidak mempunyai upacara Rabu Abu.

Ketika ritus Romana merayakan Rabu Abu, di Keuskupan Milan, yang mengikuti ritus Ambrosiana, tidak ada upacara penerimaan abu. Pada hari Rabu Abu itu, mereka belum memulai masa Prapaskah. Ritus ini mengawali masa Prapaskah pada hari Minggu pertama Prapaskah, yang ditandai dengan penerimaan abu. Jadi, bagi ritus Ambrosiana, tidak ada upacara Rabu Abu. Yang mereka miliki adalah Minggu Abu. Penghitungan 40 hari masa Prapaskah berbeda dengan ritus Romana (Latin), yaitu bahwa mereka memperhitungkan juga hari-hari Minggu. Maka, masa Prapaskah 40 hari dalam ritus Ambrosiana mulai Minggu Prapaskah pertama dan berakhir pada hari Kamis Putih.

Ketiga, Surat Edaran Kongregasi Ibadat yang dirujuk dalam pertanyaan (PPP) nampaknya berusaha memadukan antara ritus Romana dan ritus Ambrosiana tetapi hasilnya kurang terpadu secara rapi. Kita (ritus Romana) tetap mempertahankan upacara Rabu Abu (yang tidak ada dalam ritus Ambrosiana), dan dikatakan bahwa Rabu Abu adalah awal dari masa Prapaskah (art 21) dan ditegaskan secara eksplisit bahwa “Rabu Abu harus dijalani sebagai hari Tobat dalam seluruh Gereja dengan pantang dan puasa.” (art 22).

Tetapi langsung disambung dengan pernyataan yang membingungkan: “Minggu Prapaskah I adalah permulaan Masa Suci terhormat 40 hari” (art 23). Muncul pertanyaan, mengapa Rabu Abu dinyatakan sebagai awal masa tobat (art 21) dan sebagai hari wajib Puasa dan Pantang, sedangkan “Masa Suci terhormat 40 hari” baru mulai pada Minggu Prapaskah pertama? Demikian pula, hari Kamis, Jumat, dan Sabtu sesudah Rabu Abu, apakah perlu diperhitungkan sebagai masa pertobatan atau tidak? Mengapa penerimaan abu tidak dipindahkan saja ke hari Minggu seperti halnya ritus Ambrosiana?

Sangat mungkin semangat ritus Ambrosiana inilah yang menganjurkan bahwa penerimaan abu bisa juga diadakan pada hari Kamis, Jumat atau Sabtu bahkan Minggu Prapaskah pertama, karena perhitungan 40 hari itu mulai Minggu Prapasakah Pertama! Jika kita mempertahankan ritus Romana yang menghitung masa Prapaskah 40 hari sejak Rabu Abu, maka penerimaan abu hanya mungkin pada hari Rabu Abu atau hari sebelumnya (Selasa).

Keempat, perpaduan yang kurang rapi juga dirasakan dalam menentukan akhir dari masa Prapaskah. Surat Edaran PPP mengindikasikan akhir masa Prapaskah ialah sebelum upacara Kamis Putih (art 37). Mengapa Jumat Suci dinyatakan hari wajib puasa dan pantang, padahal sudah bukan masa Prapasakah?

Sumber: www.hidupkatolik.com



Intensi Misa silakan klik: 08113301625 Stipendium: BCA 385 5788858, a/n Petrus MH Kolekte BCA 385 088 2010

JADWAL MISA

Misa Harian: Pkl. 05.30 WIB

Misa Hari Minggu

Sabtu: Pkl. 17.00 WIB || Minggu: pkl. 06.00; 08.00; 17.00 WIB

“Marilah kita mengasihi Allah dengan menyingsingkan lengan baju dan dengan bercucuran keringat” (SV XI, 40)


Recent Posts

  • PENGUMUMAN HARI MINGGU PESTA PEMBAPTISAN TUHAN (Minggu, 11 Januari 2026)
  • PENGUMUMAN HARI MINGGU BIASA KE-2 (Minggu, 18 Januari 2026)
  • PENGUMUMAN HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN – HARI ANAK MISIONER (Minggu, Januari 2026)
  • PENGUMUMAN HARI MINGGU PESTA KELUARGA KUDUS YESUS, MARIA, YUSUF (Minggu, 28 Desember 2025)
  • JADWAL LEKTOR MISA HARIAN BULAN JANUARI 2026

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • November 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • February 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • October 2021
  • September 2021

Categories

  • Berita Lingkungan
  • Berita Paroki
  • Bidang Liturgi
  • Bidang Paguyuban
  • Bidang Pelayanan
  • Bulan Maria
  • Bulan Rosario
  • HUT Paroki 2021
  • Jadwal Lektor Misa Harian
  • Jadwal Petugas Liturgi Bulanan
  • KEKM 2021
  • Konsultasi Iman
  • Mazmur
  • Misdinar
  • Orang Kudus
  • Organis
  • Pengumuman
  • Pesta Emas
  • Renungan Harian
  • Sakramen Krisma 2021
  • Sejarah Paroki
  • Surat Santo Vincentius

DOWNLOAD:

  • FORMULIR BAPTIS DEWASA
  • FORMULIR KRISMA
  • FORMULIR KRISMA LUAR PAROKI
  • FORMULIR BAPTIS DEWASA DARI KATEKUMEN
  • FORMULIR BAPTIS BALITA
  • FORMULIR BAPTIS BALITA (LUAR PAROKI)
  • FORMULIS BAPTIS ANAK DARI KATEKUMEN
  • FORMULIR PENDAFTARAN PERKAWINAN
  • FORMULIR PENDAFTARAN KETEKUMEN DEWASA
  • FORMULIR PENDAFTARAN KETEKUMEN ANAK
  • FORMULIR PENDAFTARAN KOMUNI PERTAMA
  • FORMULIR PINDAH PAROKI
  • FORMULIS PINDAH LINGKUNGAN
  • FORMULIR CALON MISDINAR
  • FORMULIR KEMATIAN

“Marilah kita mengasihi Allah dengan menyingsingkan lengan baju dan dengan bercucuran keringat” (SV XI, 40) | WordPress Theme: Enlighten