Surat kepada E. Blatiron, Pimpinan Rumah CM di Genova
13 Desember 1647
Saya bersyukur kepada Tuhan karena di tengah-tengah demikian banyak kesibukan yang melelahkan, kesehatan Romo semakin baik. Sebenarnya Romo seorang yang lemah dan mudah jatuh sakit, apalagi senantiasa sibuk dengan pekerjaan yang berat. Namun demikian Allah yang mahabaik berkenan menjaga kesehatan Romo. Tentu Tuhan mempunyai alasan untuk bertindak demikian. Saya merasa bahwa apa yang terjadi pada Romo terjadi pula pada Ibu Le Gras. Kalau hanya berdasarkan perhitungan manusiawi, dia seharusnya sudah mati sejak 10 tahun yang lalu. Orang yang melihat dia merasa melihat mayat yang keluar dari kubur, karena badannya demikian rapuh dan wajahnya pucat. Tetapi Tuhan sendiri tahu betapa besar kekuatan mental yang dia miliki.
Belum lama ini dia telah menempuh perjalanan jauh sekitar 300 kilometer. Sebetulnya dia ingin pergi kemana-mana untuk mengunjungi putri-putrinya dan untuk bekerja bersama mereka. Tetapi keinginan itu tinggal keinginan karena sering jatuh sakit dan karena dia sangat menghormati ketaatan. Padahal dia hanya mempunyai tenaga yang dia peroleh secara khusus dari rahmat. Rahmat itu jugalah yang memberi kekuatan kepada Romo agar Romo menjadi kudus dan agar dengan demikian Romo dapat meneguhkan orang lain di jalan keselamatan.
Saya sangat mendukung apa yang Romo lakukan bersama Rm. Martin, yaitu saling menolong dalam kotbah dan dalam pelajaran agama harian. Oh Tuhan yang mahabaik, semoga persatuan hati seperti ini Kau ciptakan di seluruh serikat, dan selanjutnya Engkau dapat memberi perintah apa saja kepada kami. Semua pekerjaan yang berat akan menjadi ringan dan segala tugas mudah; konfrater yang kuat akan mendukung temannya yang lemah dan konfrater yang lemah akan mencintai temannya yang kuat dan memeroleh tambahan kekuatan baginya melalui doanya. Dan dengan demikian karya penyelamatan akan berhasil serta akan berkenan kepadaMu dan akan meningkatkan semangat seluruh Gereja. Juga pekerja-pekerja kebun anggurMu akan bertambah banyak, karena mereka akan merasa tertarik oleh keharuman cinta kasih ini.
(SV III, 256-257)
