Surat kepada Romo Toussaint Lebas, Imam CM di Agde
Saya bersyukur kepada Tuhan karena Romo mempunyai seni untuk merobek-robek dirinya, maksudnya merendahkan diri. Ternyata Romo tidak berusaha untuk menutup-nutupi, malah mengakui terus terang segala kekurangan. Gambaran Romo mengenai diri Romo, yaitu bahwa Romo tidak cocok untuk tugas apa pun, benar juga dan patut dipercaya. Di atas fondasi ini Tuhan kita Yesus Kristus akan mendasari pelaksanaan rencana-rencana-Nya mengenai diri Romo.
Namun, bila Romo mempunyai perasaan yang demikian mengenai dirinya, harus juga mengangkat hati untuk merenungkan kabaikan Allah yang mengagumkan itu. Bila Romo tidak percaya pada diri sendiri, alasannya memang kuat. Tetapi alasan untuk percaya kepada-Nya lebih kuat lagi. Bila Romo merasakan kecenderungan untuk berbuat jahat, Romo yakin pula bahwa Dia jauh lebih cenderung melakukan kebaikan dan melakukannya dalam dan melalui diri Romo.
Saya mohon Romo melakukan meditasi mengenai ajaran ini dan sering-sering sepanjang hari mengangkat hati kepada Tuhan untuk memohon rahmat agar Romo secara mantap mendasari hidup rohani pada prinsip ini: setelah mengarahkan ketidakberdayaan Romo sendiri, hendaklah Romo mengangkat pandangan kepada belaskasihan-Nya; keagungan kasih-Nya harus lebih diperhatikan daripada kekurangan sendiri dan kekuatan-Nya lebih diandalkan daripada kelemahan sendiri. Tujuannya ialah agar Romo dapat menyerahkan diri ke dalam tangan Bapa, dengan harapan bahwa Dia sendiri akan melakukan dalam diri Romo apa yang dia tuntut dari Romo dan bahwa Dia akan memberkati apa saja yang akan Romo lakukan untuk Dia. Dengan cita-cita ini hendaklah Romo membuka hati untuk menerima kedamaian dan sukacita Roh Kudus.
(SV V, 164-165)
