
Minggu, 13 November 2022.
Begitu banyak kekayaan dalam Gereja Katolik yang bisa menjadi sarana untuk mengantar umat lebih dekat dengan Kristus. Di antara begitu banyak kekayaan rohani tersebut, Ekaristi-lah yang menjadi sumber dan puncak hidup Kristiani sebab dalam Ekaristi kita merayakan misteri sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus dalam rupa roti dan anggur.
Romo Agustinus Lie, CDD yang menjadi narasumber dalam seminar bertajuk “Bersama Yesus Dalam Adorasi Ekaristi” mengajak umat untuk lebih menyadari kehadiran Tuhan dalam rupa roti dan anggur. Acapkali kita tidak bisa merasakan wajah Tuhan yang tersamar. Namun justru melalui rupa roti dan anggur inilah Yesus hadir di tengah umat-Nya.
Adorasi adalah perpanjangan dari Sakramen Ekaristi. Adorasi yang berasal dari bahasa Latin “Adoratio” secara harafiah berarti “Sembah Hyang”. Kita menyembah Kristus yang hadir dalam Sakramen Maha Kudus. Dengan melakukan adorasi, kita menjadi semakin dekat dengan Tuhan sendiri.

Di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari, bersemuka dengan Tuhan dalam adorasi menjadi semacam oase yang akan memberikan kekuatan pada kita. Romo Agus Lie mengajak umat untuk mau meluangkan waktu ‘mengunjungi Tuhan’ dengan melakukan adorasi. “Mau lima menit atau sepuluh menit tidak masalah”, kata beliau. Ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Paus Benediktus:
“Di tengah dunia yang penuh kebisingan dan kegalauan, dibutuhkan keheningan Adorasi kepada Yesus dalam Sakramen Maha Kudus. Bertekunlah dalam doa Adorasi dan ajarkanlah pada umat beriman. Adorasi adalah sumber kelegaan dan terang, terutama bagi mereka yang menderita.”

Umat yang hadir dalam seminar ini berasal dari lingkungan-lingkungan, perwakilan WKRI, para misdinar dan calon misdinar, biarawan/biarawati, bahkan ada juga yang berasal dari luar Paroki Langsep. Tak kurang dari 210 orang peserta menyimak pemaparan Romo Agus Lie dengan antusias. Banyak pertanyaan-pertanyaan menarik yang diajukan kepada Romo dan memperkaya pemahaman para peserta yang lain. Tak terasa acara selama 3 jam berlalu. Acara ditutup dengan makan soto yang telah disiapkan panitia.

Semoga seminar tentang Adorasi ini membuka wawasan dan menumbuhkan iman umat untuk semakin mencintai Sakramen Maha Kudus. (Maria)
