
Surat kepada Markis dari Pianezza
Pengantar
Markis (= sebutan bagi bangsawan) dari Pianezza, Perdana Menteri kerajaan Piemonte (Italia Utara), merencanakan dengan beberapa orang lain untuk mendirikan sebuah rumah bagi Romo-romo CM di Torino, ibukota kerajaan tersebut. Dalam surat berikut ini Vinsensius menjelaskan tujuan utama dari CM. Akhirnya para Romo CM dapat menetap dan berkarya di Torino pada bulan November 1655.
4 Mei 1655
Bapak yang mulia,
Ada sesuatu yang agak mencemaskan saya mengenai rencana pendirian rumah kami di Torino. Ternyata pada mulanya saya kurang teliti dalam mempertimbangkan tawaran-tawaran yang telah diajukan kepada kami. Setelah dapat saya pelajari syarat-syarat persetujuan, yang saya terima dari Pimpinan Rumah CM di Annecy, baru saya sempat memperhatikan semuanya dengan cermat. Di dalamnya disepakati bahwa kami akan menugaskan enam imam yang akan berkarya di kota melalui kotbah-kotbah dan pengakuan dosa.
Saya lupa memberitahu Bapak, bahwa kewajiban berkotbah dan memberi Sakramen Tobat di kota itu bertentangan dengan hakikat Serikat kami. Tujuan Serikat kami ialah melayani rakyat kecil di pedesaan dan mengusahakan pembinaan para imam. Supaya tugas pokok ini tidak dihalangi atau diganggu oleh karya-karya lain di kota, maka peraturan melarang kami untuk berkotbah atau memberi sakramen tobat di kota-kota tempat uskup berkedudukan atau di kota-kota yang memiliki gereja Katedral. Kami boleh berkarya di kota-kota itu hanya untuk calon tahbisan atau untuk imam atau awam yang mengikuti retret tahbisan di rumah-rumah kami. Lebih-lebih yang terpenting, karena di kota-kota itu terdapat banyak imam yang pandai berkotbah dan mampu memberi sakramen tobat, sedangkan di daerah pedesaan sangat sedikit.
Saya mohon maaf, Bapak yang mulia, karena sebelumnya saya tidak menjelaskan kewajiban maupun larangan kami. Ternyata saya belum berpikir sampai ke sana.
Kami tetap bersedia mengabdi di Keuskupan Torino dengan karya-karya yang diperbolehkan oleh peraturan kami: yaitu untuk pergi mengajar rakyat di pedesaan, menerima pengakuan dosa umum (artinya pengakuan dosa seumur hidup), mengusahakan perdamaian di antara mereka, menyelesaikan perselisihan dan berusaha agar orang miskin dibantu dalam penyakit jasmani maupun rohani oleh Perkumpulan Kasih. Inilah Bapak yang mulia, tugas-tugas yang kami lakukan selama misi umat berlangsung. Dan setelah pekerjaan ini kami selesaikan di satu desa, maka kami pindah ke desa-desa lain untuk melakukan tugas-tugas yang sama. Ini semua kami lakukan dengan biaya dari dana pokok pendirian rumah kami, karena kami menyerahkan diri kepada Tuhan untuk melayani rakyat kecil dengan cuma-cuma.
Sebagian dari imam kami sibuk dengan tugas ini, sementara yang lain berkarya di kota untuk membina seminari dan membimbing calon tahbisan serta mereka yang mengikuti retret, bila ada. Dan pada gilirannya imam-imam yang sudah berkarya di kota akan pergi ke desa-desa untuk memberi misi umat, agar imam-imam yang sudah bekerja di pedesaan dapat berkumpul di rumah dan melakukan tugas-tugas yang seperti biasanya kami lakukan seperti yang saya jelaskan tadi.
Saya mohon dengan rendah hati, Bapak yang mulia, sudilah menerima cara kami berkarya ini dan sudilah menyadarkan juga orang-orang lain yang ikut memanggil kami untuk bekerja di Torino. Bila Bapak berkenan, saya menunggu jawaban, agar saya mengetahui maksud Bapak yang mulia dan berusaha melaksana-kannya.
(SV V, 371-372)
