
Surat kepada Romo Jean Guérin
Jean Guerin lahir pada tahun 1594 dan baru masuk Kongregasi Misi pada tgl. 7 Desember 1639, mengikrarkan kaul pada 4 Agustus 1642 dan bulan berikutnya diangkat menjadi Superior Komunitasnya di Annecy, sampai wafatnya tanggal 6 Maret 1653.
Paris, 24 September 1642
Semoga rahmat Tuhan kita senantiasa menyertai Romo!
Saya tidak mampu menggambarkan betapa besar penghiburan yang telah saya rasakan berdasarkan segala hal baik yang telah ditulis dan dikatakan oleh Romo Dufestel mengenai Romo dan yang telah ditegaskan oleh Romo Lambert. Karenanya saya bersyukur kepada Allah dan mohon kepada-Nya agar semakin menguduskan jiwa Romo yang kukasihi dan agar Allah menguduskan pula semua jiwa yang hendak diselamatkan dan disempurnakan oleh Penyelenggaraan ilahi melalui Romo sendiri.
Berkali-kali Romo Dufestel mendesak saya agar dia dilepas dari jabatannya dan menugaskan seorang untuk menggantikan dia. Kesaksian yang telah disampaikan kepada saya oleh dia sendiri oleh Romo Lambert mendorong saya untuk mohon kepada Romo, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, agar mau melayani komunitas sebagai pengganti Romo Dufestel. Allah telah memberkati kepemimpinannya di tempat dia telah menjadi superior. Saya mohon agar Romo memilih dia sebagai penasihat dan memperhatikan pandangannya dalam segala urusan yang penting. Saya mohon kepadanya agar mau melakukan kebaikan ini kepada Serikat. Dan saya berharap dia rela melakukan hal ini dengan senang hati. Dan karena lebih tepat memilih dua orang sebagai penasihat superior, hendaknya Romo memilih Romo Escart, selama tahun ini, untuk tugas itu. Dan tentu, berdasarkan peraturan Serikat, Superior tidak wajib mengikuti pendapat yang berbeda-beda dan keputusan tentang aneka usul yang diajukan harus ditentukan antara Allah dan Superior itu sendiri, dengan kewajiban nanti mempertanggungjawabkan, pada waktu visitasi, hasil dari apa yang telah dia tentukan melawan pandangan dewannya. Namun demikian Romo harus memberi perhatian penuh hormat pada saran-saran yang disampaikan Romo Dufestel. Dan saya yakin bahwa Romo akan bersikap demikian.
Karena saya terpaksa mengakhiri surat ini dan saya sendiri tidak dapat menyampaikan petunjuk-petunjuk khusus mengenai tugas kepemimpinan yang akan Romo pegang, saya mohon Romo Dufestel agar dia sendiri melakukannya. Secara sederhana saya menyampaikan satu petunjuk saja, yaitu bahwa pemimpin harus tegas mengenai tujuan, tetapi rendah hati dan lembut mengenai cara, tegas dalam ketaatan kepada peraturan dan kebiasaan-kebiasaan Serikat yang suci, tetapi lembut dalam cara yang digunakan untuk mengajak orang mentaati peraturan itu. Dan karena hanyalah Roh Tuhan kita Yesus Kristus yang menjadi pemimpin sejati jiwa-jiwa, saya mohon Allah yang agung agar memberi roh-Nya kepada Romo bagi kepemimpinan Romo dan bagi kepemimpinan seluruh Serikat. Dalam kasih-Nya dan dalam kasih Bunda-Nya yang suci, Romo, saya adalah hamba Romo yang sangat rendah hati dan taat.
Vincent Depaul, Imam Misi yang tak pantas
PS Kepada Romo Guérin, Imam Kongregasi Misi, di Annecy
(SV II, 299-300)
