Surat kepada Pierre Cabel, Pimpinan Rumah CM di Sedan
1 Mei 1658
Sudah menjadi pendirian dan kebiasaan dalam Serikat kita bahwa Pimpinan Rumah tidak memperkenankan masing-masing konfrater melakukan ziarah, bepergian, atau meninggalkan rumah tanpa minta pertimbangan Superior Jenderal, kecuali untuk melaksanakan tugas kerasulan kita. Romo, Romo itu sebenarnya baik serta mencintai kebajikan-kebajikan. Pada waktu masih hidup di tengah-tengah masyarakat, dia benar-benar dihargai. Kalau sekarang di tengah-tengah kita dia rupanya kurang tenang, atau terlalu pusing mengenai harta atau mengenai hubungan dengan keluarganya, dan kalau juga agak merepotkan mereka yang hidup bersama dia, ya perlu bersabar.
Andaikata tidak memiliki kelemahan-kelemahan ini, pastilah dia akan memiliki kelemahan-kelemahan lain. Dan apabila Romo tidak menderita karena dia atau karena orang lain, maka Romo kurang mendapat kesempatan untuk mempraktekkan cinta kasih, dan tingkah laku Romo tidak dapat menyerupai tingkah laku Yesus Kristus. Yesus ternyata memilih sebagai murid-murid-Nya orang-orang kasar yang tidak luput dari kelemahan-kelemahan, supaya dengan demikian Yesus bisa mengamalkan keramahan, kerendahan hati dan kesabaran. Dengan contoh ini Dia menunjukkan bagaimana sebaiknya sikap seorang pemimpin. Saya mohon agar Romo sudi menyesuaikan diri dengan teladan Suci ini, yang sekaligus memberikan dua pelajaran: kesabaran terhadap sesama dan cara membantu melepaskan orang lain dari kekurangan-kekurangannya. Keburukan tidak boleh dibiarkan, tetapi harus diperbaiki dengan lembut.
Dari segi lain, saya ikut merasakan penderitaan Romo dalam kesulitan ini dan saya berdoa kepada Tuhan kita Yesus Kristus agar sudi menolong Romo dengan kekuatan-Nya sendiri.
(SV VII, 136-137)
