Skip to content
Paroki St. Vincentius a Paulo - Malang
facebook
youtube
instagram
Paroki St. Vincentius a Paulo
Call Support (0341) 561336 / HP: 0895382201818
Email Support par.svapmalang@gmail.com
Location Jl. Ananas 41 - Malang
  • Halaman Utama
  • Data Umat
  • Bidang
    • Bidang Liturgi
      • PEMAZMUR
      • MISDINAR
      • Penjadwalan
    • Bidang Pewartaan
    • Bidang Kesaksian
    • Bidang Pelayanan
    • Bidang Paguyuban
  • Lingkungan
    • Lingkungan Santo Andreas
    • Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius
    • Lingkungan Santa Louisa de Marillac
    • Lingkungan Santa Agnes
    • Lingkungan Santo Agustinus
    • Lingkungan Santo Bernardus
    • Lingkungan Santo Carolus Boromeus
    • Lingkungan Santa Caecilia
    • Lingkungan Santa Katarina Laboure
    • Lingkungan Santo Kristoforus
    • Lingkungan Santo Yohanes Pemandi
    • Lingkungan Santo Petrus
    • Lingkungan Santa Maria Immaculata
    • Lingkungan Santa Monica
    • Lingkungan Beato Carlo Acutis
  • Struktur DPP dan BPGDA
    • DPP PERIODE 2023-2025
    • BPGDA PERIODE 2023-2025
    • DPP periode 2019 – 2022
    • BPGDA periode 2019 – 2022
  • Orang Kudus
  • Pesta Emas
  • Berita Paroki
  • Pengumuman Gereja
  • Katekese Iman Katolik
  • SURAT-SURAT ST. VINSENSIUS

Apakah Maria Mengalami Kematian?

Home > Konsultasi Iman > Apakah Maria Mengalami Kematian?

Apakah Maria Mengalami Kematian?

Posted on October 13, 2021October 13, 2021 by admin
0

Bunda Maria dikandung tanpa dosa dan pada akhir hidupnya Bunda Maria diangkat ke surga. Apakah Bunda Maria juga mengalami kematian seperti kita? Bukankan kematian itu akibat dari dosa, sedangkan Bunda Maria itu tidak berdosa?

Pertama, ada dua pendapat yang berlawanan tentang kematian Maria. Di satu sisi dikatakan bahwa Maria tidak terkena dosa asal dan karena kematian adalah akibat dosa, maka Maria tidak mengalami kematian. Sebelum mengalami kematian, Maria mengalami keadaan tertidur dan kemudian diangkat ke surga. Pendapat yang lain mengatakan bahwa Maria pasti tidak akan meninggikan dirinya mengatasi Yesus Putranya. Yesus juga wafat meskipun tidak mengenal dosa. Maria menyatukan diri sedemikian erat dengan Yesus, pastilah Maria mengalami kematian seperti yang dialami Yesus. Memang kematian Maria  bukanlah keharusan seperti kita yang terkena dosa asal. Maria mengalami kematian karena alasan-alasan lain. Belum ada ajaran resmi Gereja tentang kematian Maria ini. Namun demikian, banyak paus maupun teolog yang cenderung kepada pendapat kedua, yaitu yang menyatakan bahwa Maria mengalami kematian. Dogma Maria diangkat ke surga tidak secara khusus membahas butir ini dan membiarkan butir ini tetap terbuka untuk didiskusikan.

Kedua, para bapa Gereja baik dari barat (Ambrosius, Agustinus) maupun dari Timur (Efrem, Epifanius, Yohanes Damascenus) menyatakan bahwa Maria mengalami kematian. Yang dirasakan sebagai kesulitan untuk menerima bahwa Maria mengalami kematian ialah, soal pembusukan badan Maria. Pembusukan merupakan akibat dari dosa, maka dipandang kurang sesuai dengan kesucian Maria. Karena itu, sudah sejak sesudah Konsili Efesus (431) muncul tulisan apokrif (Transitus Mariae) yang menyatakan secara lebih halus dan dapat diterima bahwa Maria tidak mengalami kematian (yaitu kehancuran dan pembusukan tubuh), tetapi hanya “transit” saja. Ungkapan ini sering juga disebut sebagai dormitio.

Ketiga, alasan-alasan yang mendukung pendapat tentang kematian Maria ialah: 

  1. Maria menyesuaikan diri dengan Kristus. Karena kerendahan hati Maria, pastilah Maria menolak jika dia tidak mengalami kematian. Maria tidak mau lebih tinggi dibandingkan Putranya. Jika Sang Sabda secara sukarela mengenakan keinsanian yang fana dan dapat mati demi menebus kita, tentulah sebagai ibu, Maria akan juga mengenakan keinsanian yang fana dan dapat mati. Jadi, Maria mengalami kematian bukan karena hukuman dosa, tetapi karena keinsanian itu sendiri. Pastilah Maria menerima kematian secara sukarela.
  2. Maria berperan sebagai rekan-Penebus (co-redemtrix), Maria tidak harus mengalami kematian tetapi secara sukarela menerimanya agar dia bisa juga menjadi rekan penebus bersama Putranya. 

Karena Maria dibebaskan dari segala noda dosa asal, apakah Maria mengalami kematian? Bukankah kematian adalah akibat dari dosa, sedangkan Maria tidak tersentuh oleh dosa? Dalam dogma Maria Diangkat ke Surga, apakah tidak implisit dimaksudkan Maria mengalami kematian?

Sampai abad ketiga, tidak ada rujukan apa pun yang meragukan kematian Maria. Juga tidak ada yang mengatakan apa pun tentang makam Maria. Menurut tradisi yang sangat kuat, Maria menjalani masa tuanya di Yerusalem dan meninggal di sana. Karena semua orang meninggal, termasuk Kristus, maka Maria juga mengalami kematian. Sangat mungkin juga bahwa Maria pernah tinggal untuk beberapa saat di Efesus. Bahkan ada tradisi yang berpendapat bahwa rasul Yohanes hidup bersama Bunda Maria di Efesus sampai Bunda Maria meninggal juga di Efesus. Namun tradisi Maria meninggal di Efesus ini tidak begitu kuat seperti tradisi bahwa Maria meninggal di Yerusalem.

Santo Isidorus dari Sevilla (+636) adalah orang pertama yang meragukan kematian Maria. Keraguan tentang kematian Maria diungkapkan Santo Bonaventura dalam kaitan dengan terbebasnya Maria dari dosa asal: “Kalau santa Perawan bebas dari dosa asal, maka dia tidak harus mengalami kematian. Karena itu, kematian Maria merupakan ketidakadilan atau dia mati untuk keselamatan umat manusia. … kedua alasan itu salah dan tidak mungkin.”

Pada umumnya para teolog sependapat bahwa Maria tidak harus mati sebagai hukuman atas dosa, tetapi karena alasan lain yaitu menyesuaikan diri dengan Kristus. Maria pasti tidak mau ditempatkan lebih tinggi daripada Kristus, putranya. Jika Sang Sabda menerima keinsanian yang fana dan bisa mati, maka Maria pasti juga mengenakan keinsanian yang fana dan bisa mati.

Kematian Maria bukanlah karena akibat dosa, karena Maria tidak terkena dosa. Kematian Maria terjadi karena keadaan keinsanian itu sendiri (pro conditione carnis). Yang dimaksudkan di sini adalah kematian fisik-biologis, bukan fisik-teologis (terpisah dari Allah). Dalam surat Paus Pius XII Munificentissimus Deus yang menyatakan dogma Maria diangkat ke surga, sama sekali tidak dinyatakan dan tidak ditafsirkan bahwa Maria mengalami kematian. Kalimat yang digunakan bersifat netral, yaitu, “sesudah menyelesaikan masa hidup duniawinya.” Dalam hal ini, tidak ditetapkan apakah Maria mengalami kematian atau tidak.

Rm. Petrus Maria Handoko, CM



Intensi Misa silakan klik: 08113301625 Stipendium: BCA 385 5788858, a/n Petrus MH Kolekte BCA 385 088 2010

JADWAL MISA

Misa Harian: Pkl. 05.30 WIB

Misa Hari Minggu

Sabtu: Pkl. 17.00 WIB || Minggu: pkl. 06.00; 08.00; 17.00 WIB

“Marilah kita mengasihi Allah dengan menyingsingkan lengan baju dan dengan bercucuran keringat” (SV XI, 40)


Recent Posts

  • PENGUMUMAN HARI MINGGU PESTA PEMBAPTISAN TUHAN (Minggu, 11 Januari 2026)
  • PENGUMUMAN HARI MINGGU BIASA KE-2 (Minggu, 18 Januari 2026)
  • PENGUMUMAN HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN – HARI ANAK MISIONER (Minggu, Januari 2026)
  • PENGUMUMAN HARI MINGGU PESTA KELUARGA KUDUS YESUS, MARIA, YUSUF (Minggu, 28 Desember 2025)
  • JADWAL LEKTOR MISA HARIAN BULAN JANUARI 2026

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • November 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • February 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • October 2021
  • September 2021

Categories

  • Berita Lingkungan
  • Berita Paroki
  • Bidang Liturgi
  • Bidang Paguyuban
  • Bidang Pelayanan
  • Bulan Maria
  • Bulan Rosario
  • HUT Paroki 2021
  • Jadwal Lektor Misa Harian
  • Jadwal Petugas Liturgi Bulanan
  • KEKM 2021
  • Konsultasi Iman
  • Mazmur
  • Misdinar
  • Orang Kudus
  • Organis
  • Pengumuman
  • Pesta Emas
  • Renungan Harian
  • Sakramen Krisma 2021
  • Sejarah Paroki
  • Surat Santo Vincentius

DOWNLOAD:

  • FORMULIR BAPTIS DEWASA
  • FORMULIR KRISMA
  • FORMULIR KRISMA LUAR PAROKI
  • FORMULIR BAPTIS DEWASA DARI KATEKUMEN
  • FORMULIR BAPTIS BALITA
  • FORMULIR BAPTIS BALITA (LUAR PAROKI)
  • FORMULIS BAPTIS ANAK DARI KATEKUMEN
  • FORMULIR PENDAFTARAN PERKAWINAN
  • FORMULIR PENDAFTARAN KETEKUMEN DEWASA
  • FORMULIR PENDAFTARAN KETEKUMEN ANAK
  • FORMULIR PENDAFTARAN KOMUNI PERTAMA
  • FORMULIR PINDAH PAROKI
  • FORMULIS PINDAH LINGKUNGAN
  • FORMULIR CALON MISDINAR
  • FORMULIR KEMATIAN

“Marilah kita mengasihi Allah dengan menyingsingkan lengan baju dan dengan bercucuran keringat” (SV XI, 40) | WordPress Theme: Enlighten