
Banyak umat pergi berziarah ke gua-gua Maria, seperti Sendangsono, Kerep, Besokor, dll. Mengapa ada sebagian umat katolik kalau berziarah pergi ke 9 (Sembilan) gua-gua yang lain? Apakah mereka ini berziarah mengunjungi Bunda Maria atau patung Maria? Menurut hemat saya, Bunda Maria hanya satu dan tentu sama dimana-mana sedangkan kalau patung Bunda Maria memang bentuk dan warna di berbagai gua berbeda. Apakah tujuan ziarah itu?
Pertama, baik kalau kita mendalami makna ziarah terlebih dahulu. Ziarah merupakan ungkapan rohani yang usianya setua umat manusia itu sendiri dan bisa ditemukan pada setiap budaya. Berziarah berarti melakukan perjalanan jauh menuju suatu tujuan untuk mencari tempat tinggal. Jadi, ziarah menyadarkan kita kembali bahwa hidup kita sendiri adalah ziarah menuju ke rumah Bapa di surga (SC 8). Setiap manusia di dunia ini adalah seorang peziarah. Gereja juga bersifat eskatologis dan sedang berziarah (LG 48-51).
Kedua, ziarah ke 9 gua mungkin dikaitkan dengan pengertian doa Novena (doa Sembilan kali). Ziarah yang demikian itu bisa dibenarkan sebagai ungkapan kesalehan kepada Bunda Maria. Seperti halnya ibadat Jalan Salib, tempat-tempat ziarah itu bisa bermanfaat sebagai sarana merenungkan pesan Maria yang diberikan atau ditonjolkan oleh masing-masing tempat ziarah. Hal ini akan semakin memperkaya dan memperdalam pertobatan si peziarah.
Tentu saja salah jika dimengerti bahwa tujuan ziarah ke tempat-tempat itu ialah untuk menemui patung Bunda Maria yang berbeda. Benar seperti yang dikatakan bahwa Bunda Maria hanya ada satu. Pribadi Bunda Maria yang satu dan sama itulah yang ditemui di setiap tempat ziarah. Namun demikian, masing-masing tempat ziarah itu berguna untuk mengingat kekhasan pesan Bunda Maria di setiap tempat ziarah. Kekhasan itu justru memperkaya penghayatan iman dan khususnya devosi kepada Bunda Maria.
Ketiga, ziarah menunjukkan dengan jelas bahwa dalam perjalanan ziarah ini kita bersolider kepada orang lain, khususnya mereka yang menderita. Tujuan kita untuk selamat hanya bisa dicapai dalam kebersamaan, yaitu sebagai bagian dari umat, secara konkret sebagai umat Allah. Maka dalam ziarah, kita bisa belajar untuk hadir sebagai sesama saudara bagi orang lain dalam suatu dunia yang diciptakan sebagai satu keluarga.
Keempat, tujuan lain yang tak kalah pentingnya dari ziarah ialah memberikan kesaksian kepada dunia tentang iman kita dan bahwa hidup ini adalah sebuah ziarah batin menuju rumah Bapa. Dalam perjalanan ini maka liturgi dan khususnya sakramen-sakramen menjadi bekat penting khususnya perayaan Ekaristi. Melalui sakramen-sakramen, rahmat Tuhan menguatkan dan membimbing perjalan kita menuju rumah Bapa.
Petrus Maria Handoko, CM
